Langsung ke konten utama

Postingan

Euphemisme Tanpa Bingkai?

Dalam kesusasteraan lama biasa kita temui gaya simbolik untuk menghaIuskan ungkapan. Seperti misalnya dalam Kaba Cindue Mato dan dongeng Sangkuriang. Kaba adalah bentuk kesusateraan yang bergaya prosa berirama. Dalam prosa lirik Cindur Mata itu tersebutlah bahwa Bundo Kanduang, Ratu Pagarruyuang dan dayangnya diberi minum kelapa oleh sahaya istana. Keduanya lalu mengandung. Bunda Kandung melahirkan Dang Tuanku dan sang dayang melahirkan Cindur Mata. Ini adalah ungkapan penghalusan yaitu Dang Tuanku dengan Cindur Mata bersaudara tiri sebapak dengan yang sahaya istana. Keduanya masing-masing beribukan Ratu Kerajaan Pagarruyung dan dayang istana. Demikian pula dalam dongeng Sangkuriang tersebut seorang anak raja yang pergi berburu kencing di atas daun keladi, kemudian datang seekor babi ménjilat daun keladi yang basah dengan air kencing anak raja itu. Babi itu hamil, kemudian melahirkan Dayang Sumbi, ibu Sangkuriang. Ini adalah gaya penghalusan dilihat dan segi ukuran feodalisme. Anak raj...

Allah Mencipta lalu Menyempurnakan

Dalam S.Al A'la 1-3 Allah berfirman: Sabbihisma Rabbika lA'la. Alladzie khalaqa fasawwa-. Walladziy qaddara fahada-. Sucikanlah nama Maha Pengaturmu Yang Maha Tinggi. Yaitu Yang mencipta lalu menyempurnakan. Yaitu yang mentaqdirkan dan mengarahkan. Allah mengatur hasil ciptaanNya dengan TaqdiruLlah yang dapat dipelajari oleh manusia dalam batas tertentu. Yaitu proses alamiyah yang dapat ditangkap oleh pancaindera dan instrumen. Ayat yang dikutip di atas itu menunjukkan makhluk itu sesudah diciptakan Allah dimulai dari tidak sempurna kemudian berproses menjadi sempurna menurut Taqdir Allah, TaqdiruLlah. Makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna adalah manusia, fiy ahsani taqwiym, sebaik-baik kejadian. Artinya manusia itu adalah akhir dari proses makhluk menjadi sempurna. Ini dapat kita lihat dalam S.Al Hijr ayat 29 dan 30. Wa idzqaala rabbuka li lmala-ikati inniy khaaliqun basyaran min shalshaalin min hamain masnuwn. Faidzaa sawwaytuhu- wanafakhtu fiyhi min ruwhiy ..., dan inga...

Mawlid dan Mawlud

Besok 30 Agsutus 1993 Miladiyah bertepatan dengan 12 Rabiu lAwwal 1414 Hijriyah, adalah hari lahirnya Nabi Muhamaad RasuluLlah SAW. Maka mulai bulan ini hingga tiga bulan berikutnya ummat Islam seluruh dunia memperingati mawlid ataupun mawlud RasuluLlah SAW, seperti setiap tahun sebelumnya. Ada manusia yang sekadar produk sejarah saja. Ia datang tak menggenapkan, dan ia pergi tak mengganjilkan. Ia muncul dalam sejarah, kemudian gone with wind. Walaupun tidak pernah diadakan penelitian, kita yakin mayoritas manusia adalah seperti itu. Ada manusia yang tergolong minoritas, ia produk sejarah tetapi ia juga berperan dalam sejarah, mengubah sejarah. Para Rasul termasuk dalam golongan yang minoritas ini. RasuluLah SAW datang dengan risalah Rahmatan li l'Alamien. Rasulullah datang dengan tugas keRasulan dari Allah SWT untuk mengubah sejarah. Kalau orang bicara mawlid maka kaitannya adalah waktu dan tempat, dan jika kita bicara mawlud maka itu menyangkut manusianya. Agar lebih jelas, diung...

Bola Lampu Pijar

Seorang tetangga saya Pak B. yang kini telah almarhum menyimpan kenangan yang berarti. Pada waktu almarhum diopname di Rumah Sakit Ujung Pandang baru, waktu saya melangkah masuk kamarnya saya dapati dia menatap langit-langit. "Assalamu 'alaikum, asyik benar bapak menatap langit-langit." Tanpa menoleh almarhum menjawab: "Lihatlah di atas itu, langit-langit adalah lambang langit." Maka selanjutnya ia menjelaskan. Sudah tiga hari tiga malam ia mencoba mencari jawaban apa yang dilihatnya. Ada dorongan dari dalam dirinya untuk mencari makna lampu yang menyala yang menempel di atas langit-langit sebagai lambang langit. Apa makna lampu yang menyala, inilah yang dia cari jawabannya. Saya tinggalkan almarhum yang masih dalam keadaan bertanya-tanya, berupaya untuk mencari jawaban pertanyaan yang mengusik batinnya itu. Kalau saya tidak salah dua hari kemudian saya didatangi anak Pak B. menyampaikan pesan untuk datang menjenguk beliau di Rumah Sakit, ada katanya hal penting...