Dalam kesusasteraan lama biasa kita temui gaya simbolik untuk menghaIuskan ungkapan. Seperti misalnya dalam Kaba Cindue Mato dan dongeng Sangkuriang. Kaba adalah bentuk kesusateraan yang bergaya prosa berirama. Dalam prosa lirik Cindur Mata itu tersebutlah bahwa Bundo Kanduang, Ratu Pagarruyuang dan dayangnya diberi minum kelapa oleh sahaya istana. Keduanya lalu mengandung. Bunda Kandung melahirkan Dang Tuanku dan sang dayang melahirkan Cindur Mata. Ini adalah ungkapan penghalusan yaitu Dang Tuanku dengan Cindur Mata bersaudara tiri sebapak dengan yang sahaya istana. Keduanya masing-masing beribukan Ratu Kerajaan Pagarruyung dan dayang istana. Demikian pula dalam dongeng Sangkuriang tersebut seorang anak raja yang pergi berburu kencing di atas daun keladi, kemudian datang seekor babi ménjilat daun keladi yang basah dengan air kencing anak raja itu. Babi itu hamil, kemudian melahirkan Dayang Sumbi, ibu Sangkuriang. Ini adalah gaya penghalusan dilihat dan segi ukuran feodalisme. Anak raj...