Wahai para mujahidin! Alloh
Subhanahu telah menjelaskan di dalam ayat ini keutamaan jihad dan
akibatnya yang terpuji bagi orang-orang yang beriman. Yaitu berupa pertolongan
dan kemenangan yang dekat -di dunia- beserta surga dan
keridhaan dari Alloh Subhanahu serta kedudukan yang tinggi di
akhirat.
Ayat yang kedua yaitu yang
berbunyi : “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun
berat”
menunjukkan akan kewajiban berangkat untuk berjihad bagi para pemuda dan orang
tua apabila diseru, dalam rangka meninggikan kalimat Alloh dan melindungi negeri
kaum muslimin serta melawan musuh-musuh mereka. Terlebih lagi apa yang
dihasilkan jihad bagi kaum muslimin berupa Izzah, kemuliaan, kebaikan,
keagungan, ganjaran yang besar dan tingginya kalimat Alloh serta terpeliharanya
keadaan umat, agama dan keamanannya.
Telah datang penjelasan di dalam
al-Qur’an al-Karim ayat-ayat yang mulia tentang keutamaan jihad dan
dorongan untuk berjihad, dan janji kemenangan bagi orang-orang mukmin dan
kehancuran kaum kafir, yang memenuhi hati seorang mukmin dengan semangat,
kekuatan, obsesi dan kejujuran untuk turun di medan jihad, keberanian di dalam
menyokong al-haq untuk memenuhi janji Alloh, dan keimanan akan
pertolongan-Nya, serta harapan akan ganjaran di antara dua kebaikan, yaitu
kemenangan dan ghanimah (harta rampasan perang) atau syahid di
jalan kebenaran, sebagaimana firman Alloh Azza wa Jalla :
“Katakanlah: "Tidak ada yang kamu
tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan, dan kami
menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar)
dari sisi-Nya. sebab itu tunggulah, Sesungguhnya kami menunggu-nunggu
bersamamu.” (QS at-Taubah : 52)
dan firman-Nya Azza wa
Jalla :
“Hai orang-orang mukmin, jika kamu
menolong (agama) Allah, niscaya dia akan menolongmu dan meneguhkan
kedudukanmu.” (QS Muhammad : 7)
Alloh Azza wa Jalla juga
berfirman:
“Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu
beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa
keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap
orang-orang yang berdosa Dan kami selalu berkewajiban menolong orang-orang
yang beriman” (QS ar-Ruum :
47)
dan firman-Nya Subhanahu wa
Ta’ala :
“(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung
halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan
kami hanyalah Allah." Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian
manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara
Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang
di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang
menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha
Perkasa, (yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka
bumi niscaya mereka mendirikan sholat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf
dan mencegah dari perbuatan yang mungkar dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. ” (QS al-Hajj : 40-41)
dan firman-Nya Ta’ala :
“Hai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar
kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan
bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari
mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar
lagi. sungguh Telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu
memahaminya” (QS Ali ‘Imraan : 118)
sampai dengan firman-Nya :
“Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya
mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira
karenanya. jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun
tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala
apa yang mereka kerjakan” (QS Ali ‘Imraan : 120)
Di dalam ayat-ayat ini terdapat
at-tashrih (penjelasan yang terang) dari Alloh Azza wa Jalla akan
janji-Nya kepada hamba-hamba-Nya berupa
pertolongan dari musuh-musuh mereka dan keselamatan dari tipu daya mereka walau
sebesar apapun kekuatan mereka dan sebanyak apapun jumlah mereka. Karena
sesungguhnya Alloh Azza wa Jalla lebih kuat dari segala kekuatan yang ada
dan lebih mengetahui akan akibat dari segala urusan dan Dia berkemampuan atasnya
serta Ia Maha Mengetahui seluruh amal-amal mereka.
Akan tetapi Alloh Azza wa
Jalla mensyaratkan janji-Nya ini dengan syarat yang besar, yaitu keharusan
beriman kepada-Nya, menolong agama-Nya dan beristiqomah di atasnya dengan
kesabaran dan kekuatan di dalam bersabar. Barangsiapa yang melaksanakan syarat
ini niscaya Alloh akan memenuhi janji-Nya kepada mereka dan Dia adalah jujur di
dalam janji-Nya :
“Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka
mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang
tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah Telah berjanji dengan
sebenar-benarnya.
Allah
tidak akan memungkiri janji-Nya.” (QS az-Zumar : 20)
Dan barangsiapa yang meremehkan
syarat ini, atau tidak mau mengangkat kepalanya (untuk memenuhi syarat ini),
maka dia tidaklah menghinakan melainkan dirinya sendiri.
Maka sepatutnyalah bagimu wahai
mukmin yang mujahid, untuk banyak-banyak mentadabburi firman Alloh
Azza wa Jalla :
“Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya
mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira
karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya
mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala
apa yang mereka kerjakan” (QS Ali ‘Imraan : 120)
karena sesungguhnya di dalam ayat
ini –demi Alloh- terdapat suatu kalimat yang agung dan janji yang benar dari
Yang Maha Merajai, Maha Berkehendak dan Maha Mulia apabila engkau bersabar di
dalam memerangi musuhmu dan berjihad untuk menghinakan mereka
dengan tetap menegakkan takwa kepada Alloh Azza wa Jalla, yaitu dengan
mengagungkan-Nya Subhanahu, mengikhlaskan (semua amal) hanya untuk-Nya,
menta’ati-Nya dan Rasul-Nya serta berhati-hati dari hal-hal yang dilarang-Nya
dan Rasul-Nya, maka inilah hakikat takwa. Dan bersabar di dalam jihad
an-Nafsi (melawan hawa nafsu) dan terus bersabar di dalam jihad terhadap
musuh-musuh (Alloh) adalah merupakan bagian dari takwa itu sendiri...
Tasawuf, Pluralisme, & Pemurtadan.
- H Hartono Ahmad Jaiz -
Kunjungi juga:
Komentar
Posting Komentar