Manhaj dan jalan Islam berbeda sama sekali
dengan manhaj Tasawwuf, dan perbedaan itu mengenai hal yang sangat mendasar.
Yaitu perbedaan dalam hal sumber-sumber pengambilan agama dalam aqidah dan
syari'ah. Demikian penegasan Abdur Rahman Abdul Khaliq dalam buknya Fadhoihus
Shufiyyah (Cemar-cemarnya Sufisme), Maktabah Ibnu Taymiyyah, Kuwait, 1404H/
1984M, halaman 43.
Dijelaskan, Islam menjadikan sumber pengambilan aqidah
terbatas pada wahyu yang diberikan kepada para Nabi dan Rasul saja, yang hal
itu yang kita miliki adalah Al-Quran dan As-Sunnah (Hadits Nabi SAW) saja.
Adapun agama sufisme (Ad-Dienus Shuufii) --istilah Abdur Rahman Abdul Khaliq--
yang mereka jadikan sumbernya adalah bisikan yang didakwakan datang kepada para
wali, dan kasyf (terbukanya tabir hingga mereka tahu yang ghaib) yang mereka
dakwakan, dan tempat-tempat tidur (mimpi-mimpi), perjumpaan dengan
orang-orang mati yang dulu-dulu, dan (mengaku berjumpa) dengan Nabi Khidhir
'alaihis salaam, bahkan dengan melihat Lauh Mahfudh, dan mengambil (berita) dari
jin yang mereka namakan para badan halus (ruhaniyyin).
Adapun
sumber pengambilan syari'at bagi ahli Islam adalah Al-Kitab (Al-Quran),
As-Sunnah (Al-Hadits), Ijam' (kesepakatan para ulama terdahulu generasi awal
Islam), dan qiyas (perbandingan, yaitu pengambilan hukum dengan membandingkan
kepada hukum yang sudah ada ketegasannya dari nash/ teks Al-Quran atau
Al-Hadits, dengan syarat kasusnya sama, misalnya beras bisa untuk zakat
fitrah karena diqiaskan dengan gandum yang sudah ada nash haditsnya).
Sedangkan
bagi orang-orang tasawwuf, pembuatan syari'at mereka didirikan di atas
mimpi-mimpi (tidur), Khidhir, jin, orang-orang mati, syeikh-syeikh, semua
mereka itu dijadikan pembuat syari'at. Oleh karena itu jalan-jalan dan
cara-cara pembuatan syari'at tasawwuf itu bermacam-macam. Sampai-sampai
mereka mengatakan: Jalan-jalan menuju Allah itu sebanyak bilangan nafas
makhluk-makhluk. Maka tiap-tiap syeikh memiliki tarekat dan manhaj/ jalan untuk
pendidikan dan dzikir khusus, lambang-lambang khusus, dan ungkapan-ungkapan
khusus. Maka tasawwuf itu adalah ribuan agama, aqidah, dan syari'at; bahkan
ratusan ribu tidak terhitung banyaknya, semuanya itu di bawah apa yang
dinamakan tasawwuf.
Dan
inilah perbedaan asasi (pokok/ dasar) antara Al-Islam dan tasawwuf. Islam itu
agama yang muhaddad (ditegaskan batasan ketentuan) aqidahnya, ibadahnya, dan
syari'atnya. Sedangkan tasawwuf itu agama yang tidak ada batasannya, tidak ada
pengertian (yang ditentukan secara pasti) dalam aqidah ataupun
syari'at-syari'atnya. Inilah perbedaan yang paling besar antara Al-Islam
dan tasawwuf. (Fadhoihus Shufiyyah, hal 43-44).
Tasawuf Belitan Iblis
- H Hartono Ahmad Jaiz –
Kunjungi juga:

Komentar
Posting Komentar