Langsung ke konten utama

Tentang Mizan

Salah satu gaya spesifik Al Quran yaitu mengambil ibarat keadaan yang abstrak dan kejiwaan, katakanlah perangkat halus, dengan memberikan ilustrasi keadaan alam, katakanlah perangkat kasar. Barangkali masih ingat dalam Seri Wahyu dan Akal - Iman dan Ilmu ini, keadaan yang abstrak yaitu tentang hal amal sedekah atas dasar penampilan, hilang pupus ibarat hujan yang mengguyur lereng bukit, mengikis lapisan tanah hingga timbul batu karang licin, yaitu erosi. Atau keadaan kejiwaan Al Walid ibn Mughirah yang dalam keadaan stress oleh kebimbangan, digambarkan oleh Al Quran dalam S. Al Muddatstsir ibarat orang mendaki gunung tersengal-sengal keletihan. Seperti diketahui menurut ilmu pengetahuan sekarang ini, tersengal-sengal karena mendaki gunung itu disebabkan oleh karena banyaknya energi yang keluar dan makin tinggi di atas permukaan bumi oksigen kian menipis. 

Maka demikianlah kali ini akan dikemukakan tentang mizan, yaitu mengenai apa saja yang imbang. Dapat bermakna keseimbangan alam, dapat pula bermakna keseimbangan kejiwaan, dapat juga bermakna keseimbangan penilaian, bahkan dapat bermakna suatu alat dalam keadaan keseimbangan yang disebut dengan timbangan. Kesemuanya ini ada dalam S. Ar Rahman. 

Allah SWT mulai menunjuk kepada keseimbangan makrokosmos. Wassama-a rafa'ahaa wa wadha'a lmiyzaan, artinya: Dan langit itu ditinggikan dan dijadikan dalam keadaan seimbang. (ayat 7) Allah menciptakan mizan, keseimbangan di makrokosmos. Adapun keseimbangan di makrokosmos itu sifatnya adalah keseimbangan yang dinamis. Allah sebagai Ar Rabb, Maha Pengatur, mengatur makrokosmos melalui gravitasi. Apapun penafsiran para pakar tentang gravitasi, apakah itu suatu medan gaya, menurut penafsiran Newton, atau apakah itu suatu garis geodesik menurut penafsiran Eintein, maka melalui gravitasilah Allah SWT mengatur gerak makrokosmos yang dalam keseimbangan dinamis. Matahari bersama-sama dengan jutaan bintang, atau najm (un) tunggal, nujuwm(un) jama', menurut bahasa Al Quran, dan gas interstellair, yang dalam istilah Al Quran disebut dukhan, mengedari pusat Milky Way dalam keseimbangan dinamis. Atau dalam ruang lingkup yang lebih kecil, tata-surya, planet-planet, yang dalam bahasa Al Quran disebut dengan kaukab(un) kawaakib(un) jama', mengelilingi pusat tata-surya yaitu matahari, juga dalam keadaan mizan, keseimbangan yang dinamis itu. 

Dan bagaimana dengan dalam ruang lingkup yang lebih kecil, yaitu di bumi kita ini? Wa l.ardha wadha'ahaa lil.anaam, dan di bumi dijadikan padanya (keseimbangan) bagi makhluk hidup (ayat 10). Di dalam ilmu teknik dikenal sebuah istilah yang disebut dengan kibernetika, yang dalam bahasa Inggeris cybernetics, yang dipinjam dari bahasa Yunani kubernetes. Kibernetika berhubungan dengan suatu sistem yang secara dinamis selalu dalam keadaan mizan dengan perubahan keadaan lingkungannya. Jika keadaan lingkungan berubah maka sistem itu dapat mengubah keadaan dirinya pula. Semua makhluk hidup ciptaan Allah SWT di alam ini adalah sistem-sistem kibernetika. Ambillah contoh misalnya manusia. Apa yang terjadi apabila kita manusia ini berada dalam lingkungan yang panas, yang tinggi suhunya? Allah SWT menciptakan manusia dengan perlengkapan antara lain kulit sebagai pengindera. Informsi naiknya suhu lingkungan yang diindera oleh kulit diteruskan oleh saraf perasa ke otak sebagai pusat kontrol. Kemudian otak mengolah informasi dan hasil pengolahan data itu diteruskan oleh saraf ke kelenjar peluh. Setelah kelenjar peluh menerima perintah otak untuk bekerja, maka bekerjalah ia berproduksi peluh. Banyaknya peluh yang harus dikeluarkan oleh kelenjar peluh sesuai dengan kebutuhan, menurut hasil olah data oleh otak tadi. Artinya dalam otak terjadi proses matematik menghitung berapa banyak air peluh yang harus menguap untuk menurunkan suhu badan dalam keadaan normal, 37 derajat Celcius. Seperti diketahui untuk menguap perlu panas. Air peluh yang menguap membutuhkan panas dan panas di ambil dari tubuh. Dan otaklah yang menghitung berapa banyak air peluh yang dibutuhkan itu. Lama kelamaan tubuh manusia akan kekurangan air karena penguapan air peluh itu. Maka kita merasa haus, lalu kita minum air, lalu tercapailah pula keadaan mizan menyangkut kuantitas air dalam tubuh kita. Demikianlah contoh makhluk dengan sistem kibernetika itu bagaimana membentuk keadaan mizan dengan dinamika lingkungannya, yang biasa kita kenal pula dengan istilah ekosistem. 

Di dalam ilmu teknik tidak kurang hal yang ditiru dari proses kehidupan manusia dan binatang. Pasal tiru-meniru ini dalam keteknikan ini disebut dengan bionika. Dan yang khusus meniru sistem kibernetika makhluk ciptaan Allah, dikaji dalam Teknik Mengatur. Misalnya di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Rumah Daya (Power House) di PLTU merupakan sistem kibernetika. Artinya Rumah Daya itu dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan beban yang dipakai oleh pelanggan listrik. Apabila terjadi perubahan beban, katakanlah beban bertambah, maka kenaikan beban ini menyebabkan kecepatan putaran turbin akan menurun. Elemen pengindera dari sistim kontrol serta merta mengindera perubahan kecepatan ini. Dan informasi perubahan ini diteruskan ke elemen penghitung yang serta merta menghitung berapa besarnya lubang katup pengatur akan dibuka, guna menambah uap masuk turbin. Informasi ini lalu selanjutnya diteruskan ke elemen daya (power element) untuk membuka katup sesuai dengan perhitungan elemen penghitung tadi. Dan uap akan masuk turbin secukupnya untuk menaikkan kembali kecepatan berputar poros turbin. Yaitu kembali ke kecepatan berputar semula. Jadi apapun perubahan pemakaian beban, poros turbin akan tetap kecepatan berputarnya. Yaitu seperti manusia dengan lingkungannya di atas itu. Apapun perubahan suhu lingkungan, tubuh kita akan tetap suhunya sekitar 37 derajat Celcius. Itu kalau sistem kontrol tubuh kita berfungsi dengan baik, artinya kalau kita sehat wal afiat adanya. 

Di PLTU di samping Rumah Daya ada pula yang disebut dengan Rumah Ketel (Boiler House). Jika terus-terusan Rumah Ketel mengeluarkan uap, maka ketel itu juga akan merasa haus, lalu juga minum air. Artinya ada alat sensor persediaan air dalam ketel. Begitu air dalam ketel sampai kepada level tertentu mekanisme sensor mengirim informasi ke alat penggerak pompa pengisi air ketel, yang serta merta bekerja mengisi ketel dengan air secukupnya, seperti kita minum air karena merasa haus. 

Itu semua adalah ilustrasi, yang tujuannya adalah sebuah ibarat tentang keseimbangan kejiwaan, keseimbangan perihal kehidupan manusia, keseimbangan dalam penilaian yang disebut keadilan, termasuk di dalamnya membuat keadaan seimbang dalam melakukan pekerjaan menimbang. Allaa tathgaw fi lmiyzaan. Wa aqiymu lwazna bi lqisthi wa laa tuhsiru lmiyzaan, supaya tidak terjadi ketidak tertiban dalam menimbang. Dan tegakkanlah keseimbangan dengan adil (yang terbit dari nurani kamu) dan janganlah kurangi timbangan (waktu menjual). (ayat 8 dan 9). WaLlahu a'lamu bishshawab. 

*** Makassar, 13 Desember 1992 [H.Muh.Nur Abdurrahman] 



KUMPULAN TULISAN H.M. NUR ABDURRAHMAN
(Dari Kolom Tetap Harian FAJAR bertajuk "Wahyu dan Akal - Iman dan Ilmu")

Kunjungi juga:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

8 Jenis Bahan Kain Untuk Membuat jaket levis double kerah

Jacket yakni pakaian fesyen luar yang panjang rata-rata takat pinggang atau pinggul, kebaikannya selama menahan angin dan menghangatkan batang tubuh jam hawa dingin. Model Jakcet buat lelaki dan perempuan umumnya bertikai, terpenting dari seleksian warna, penggalan dan tataannya.Jaket yakni pakaian fesyen luar yang panjang umumnya sampai pinggang atau pinggul, utilitasnya perlu menahan angin dan menghangatkan awak demi iklim dingin. Model Jaket menurut pria dan wanita umumnya divergen, terutama dari opsi warna, reduksi dan motifnya. Hampir segala Jaket memanfaatkan bukaan seraya resleting atau kancing pada biro pendahuluan yang terpatok dari leher sempadan ujung bawahnya. walakin, ada beberapa Jacket lagi yang tidak ada bukaan pada bentuk pendahuluannya. Selain modelnya, suku tujuan kain yang dipakai buat pembuatan Jaket serta beraneka segak. Mulai dari alamat Jakcet yang tipis dan tebal, ada lumayan yang anti air dan angin, engat petunjuk Jaket dari kulit alami. Tapi tidak seluruhnya ...

Halo Sahabat Inilah DiaKiat Memakai Busana Ihram bagi Lelaki dan Perempuan

Ihram yakni laksana seseorang yang selepas beniat menjelang merealisasikan ibadah haji dan atau umrah. Mereka yang membuat ihram disebut seraya istilah tunggal "muhrim" dan reguler "muhrimun". kadet jamaah haji dan umrah pantas memenuhinya sebelum di miqat dan diakhiri serupa tahallul. Baca juga: travel umroh jakarta timur seragam ihram yang digunakan ialah stelan suci yang tiada boleh dijahit (bagi laki-laki) dan disunnahkan berupa putih. karena mengenakan stelan ihram ini penting men catat dimulainya ibadah haji atau umrah dari dari miqatnya. selanjutnya desain memasang costum ihram: BAGI pria: busana ihram lega pria terdiri dari dua helai kain, satu eksemplar membalut awak dari pinggang had di kaki (gunung) lutut dan sehelai tambah diselempangkan tiba dari bahu kiri ke kolong ketiak kanan. Selengkapnya dapat dilihat ala gambar: 1.Pilihlah satu helai kain yang lebih panjang akan dipakai di penggalan kecil jasmani 2.Bentangkan status kedua kaki, lewat sarungkan kai...

Tahukah Anda Inilah DiaPetunjuk Memakai Baju Ihram bagi Pria dan Perempuan

Ihram yakni suasana seseorang yang selepas beniat menurut mengoperasikan ibadah haji dan atau umrah. Mereka yang mengaci-acikan ihram disebut sambil terma tunggal "muhrim" dan jamak "muhrimun". benih jamaah haji dan umrah mesti membandingkannya sebelum di miqat dan diakhiri bersama-sama tahallul. Baca juga: travel haji dan umroh jakarta setelan ihram yang digunakan ialah pakaian suci yang bukan boleh dijahit (bagi putra) dan disunnahkan berupa putih. pakai mengenakan seragam ihram ini berguna mengenali dimulainya ibadah haji atau umrah dari dari miqatnya. Berikut langgam menumpang stelan ihram: BAGI laki-laki: setelan ihram di pria terdiri dari dua carik kain, satu helai perih raga dari pinggang takat di lembah (bukit) lutut dan sehelai terus diselempangkan per dari bahu kiri ke kaki (gunung) ketiak kanan. Selengkapnya bisa dilihat tenang gambar: 1.Pilihlah satu lembar kain yang bertambah panjang perlu dipakai di pihak dasar jasmani 2.Bentangkan prestise kedua kaki,...