Langsung ke konten utama

Surat Nabi Muhammad saw kepada Kisra

Surat Nabi Muhammad saw kepada Kisra

"بسم الله الرحمن الرحيم ،
من محمد رسول الله، إلى كسرى عظيم فارس،
 سلام على من اتبع الهدى وآمن بالله ورسوله، وشهد أن لاإله إلا الله وحده لا شريك له، وأن محمدا عبده ورسوله، أدعوك بدعاية الله ، فإني أنا رسول الله إلى الناس كافة لينذر من كات حيا ويحق القول على الكافرين، أسلم تسلم، فإن أبيت فعليك إثم المجوس."
    Bismillaahir Rahmaanir Rahiem,
Min Muhammadin Rasuulillaahi ilaa Kisroo ‘adhiimi Faarisi,
Salaamun ‘alaa manittaba’al hudaa wa aamana billaahi wa rosuulihi, wa syahida an laailaaha ilaalloohu wahdahuu laa syariika lahu, wa anna muhammadar rasuululloohi, ad’uuka bidi’aayatillaahi, fa inii ana rosuululloohi ilannaasi kaaffatan liyundziro man kaana hayyan wa yuhiqqol qoulu ‘alal kaafiriina, aslim taslam, fain abaita fa’alaika itsmul majuusi.” 

    Artinya:
     Bismillaahir rahmaanir Rahiem
     Dari Muhammad utusan Allah untuk Kisra pembesar Persia.
      Salam sejahtera semoga dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk Allah, beriman kepadaNya, kepada RasulNya, dan bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, dan tidak ada sekutu bagiNya, serta bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.

    Saya mengajak Anda dengan ajakan Allah, karena sesungguhnya saya adalah utusan Allah untuk seluruh manusia. ”Agar ia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah ketetapan (adzab) itu di atas orang-orang kafir.” 

    Masuklah Anda ke dalam agama Islam, maka Anda akan selamat. Apabila Anda menolak ajakan ini, maka Anda akan menanggung dosa-dosa orang Majusi. (Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah, Zaadul Ma’aad, iii/ 574).  

    Penyejajaran ancaman menanggung dosa antara Heraclius yang Nasrani (ahli kitab) dan Kisra yang Majusi (musyrik) atas kepercayaan rakyat mereka bila kedua kaisar itu masing-masing tidak masuk Islam, menunjukkan tertutupnya alasan untuk mengelak dari dosa bila sudah mendengar dakwah Islam dan tak mau masuk Islam. Padahal sifat agama Islam itu sendiri tidak ada paksaan, maka ancaman itu bukan lantaran Nabi Muhammad memaksa keduanya agar menjadi muslim, namun semata-mata menegaskan bahwa duduk soal yang sebenarnya adalah seperti itu. Dari sini pula menjadi jelas kalimat yang ditandaskan Nabi Muhammad saw yang berdasarkan Al-Qur’an dan ditulis dalam surat tersebut:

Saya mengajak Anda dengan ajakan Allah, karena sesungguhnya saya adalah utusan Allah untuk seluruh manusia. ”Agar ia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah ketetapan (adzab) itu di atas orang-orang kafir.” 

    Risiko dari tidak mengikuti ajakan Nabi Muhammad saw dalam surat-surat itu adalah menanggung dosa orang-orang Arianisme (bagi Heraclius) dan dosa orang-orang Majusi (bagi Kisra) yang intinya adalah kepastian akan mendapatkan adzab di akhirat yakni masuk neraka. Sedangkan ancaman masuk neraka itu ditegaskan bagi orang-orang kafir. Maka status Heraclius dan Kisra apabila menolak ajakan Nabi Muhammad untuk masuk Islam, dan kenyataan sejarah demikian, otomatis tidak lain adalah sebagai orang kafir. Dari sini bisa disimpulkan, ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) maupun apalagi penganut “agama-agama” lainnya setelah datangnya seruan Nabi Muhammad saw kepada mereka namun mereka tidak mau masuk Islam, maka status mereka adalah kafir. Dengan demikian, jelaslah alasan-alasan para ahli tasykik  yang membuat ragu seperti tersebut di atas telah terbantah oleh ayat-ayat, hadits-hadits, dan surat-surat Nabi Muhammad saw. 

    Meskipun demikian, penulis pernah menjumpai secara langsung salah seorang yang gigih menyebarkan tasykik lewat tulisan “ilmiyah”nya yang menjajakan sufisme dan pluralisme, dengan keyakinan bahwa orang Yahudi dan Nasrani alias Ahli Kitab yang sekarang pun akan masuk surga juga. Di antara alasannya, menurut tokoh ini –setelah terpatahkan oleh hadits-hadits tersebut di atas lantas dia mencari-cari alasan lain yaitu--, karena ada yang membedakan antara lafal kafaruu (kafir, berupa bentuk lafal fi’il/ perbuatan) itu beda dengan lafal al-kaafiruun (kafir, dalam bentuk isim fa’il, nama pelaku). Kalau hanya kafaruu, bentuk fi’il, lanjut tokoh ini, maka kita yang Muslim pun bisa terkena, misalnya kufur ni’mat, katanya. Dan itu di dalam Al-Qur’an tidak ada yang menyebut ahli kitab itu sebagai al-kafirun, ungkap tokoh ini.

    Alasan yang dia kemukakan dengan berlandasan pada orang yang membedakan antara lafal kafaruu  dan  al-kaafiruun  itu --alhmadulillah secara langsung-- bisa dibalikkan kepada tokoh tersebut bahwa sebutan al-kaafiruun  terhadap ahli kitab pun ada di Al-Qur’an, yaitu ayat 32 Surat At-Taubah.  Untuk lebih jelasnya, bisa kita simak pada ayat-ayat berikut ini:

    “Orang-orang Yahudi berkata: “‘Uzair itu putra Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al-Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah lah mereka; bagaimanakah mereka sampai berpaling.

   Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah, dan (juga mempertuhankan) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
   Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka. Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai.” (Surat At-Taubah/9: 30, 31, 32).

     Orang-orang kafir di ayat itu bunyinya adalah al-kaafiruun. Sedang al-kaafiruun di ayat ini maksudnya adalah orang-orang kafir dari golongan musyrikin dan ahli kitab. (lihat Tafsir Ibnu Katsir, jilid 2, halaman 425, dan Shofwatut Tafaasir, jilid I, halaman 432). Jadi jelas, alasan-alasan atau dalih-dalih orang yang ingin menegakkan faham pluralismenya (bahwa semua agama itu paralel, sama, masuk surga semua) itu sama sekali tidak sesuai dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan As-Sunnah. Bahkan kadang mereka  mengklaim tidak ada ayat yang menegaskan tentang kekafiran orang ahli kitab, dengan dalih tidak ada lafal al-kaafiruun yang dinisbatkan kepada ahli kitab, adanya hanya lafal kafaruu. Ternyata klaim mereka itu nyata-nyata hanya duga-duga belaka, tanpa dilandasi ilmu. Anehnya, mereka bersikukuh untuk memasarkan fahamnya yang menyesatkan itu, dicetak jadi buku, dan diedarkan ke masyarakat, padahal dalil dan alasan yang mereka kemukakan sama sekali hanyalah duga-dugaan belaka. Hingga, sesuatu yang sangat prinsipil, bahkan dijadikan landasan untuk masuk surga atau nereka, cukup hanya mereka alasi dengan dugaan tanpa ilmu. Ini suatu kejahilan yang terlalu berani. Yang demikian pun sudah merupakan kesalahan fatal. Lebih fatal lagi apabila kesalahan itu justru disengaja untuk merusak Islam. Ini yang lebih berbahaya lagi.
    
     Contoh nyata yang berniat jahat termasuk akan menebarkan keraguan di kalangan Muslimin adalah orang-orang munafiqun yang membuat masjid dhirar itu.     Maka pantas sekali Allah SWT melarang Nabi Muhammad saw shalat di Masjid Dhirar, dan larangan kerasnya itu diabadikan di dalam Al-Qur’an, serta ekskusi pembakaran masjid itu dikomandokan oleh Rasulullah saw kepada para sahabatnya, kemudian dilaksanakan pembakaran total dalam jangka waktu ba’da maghrib sampai isya’. 


Tasawuf, Pluralisme, & Pemurtadan.
- H Hartono Ahmad Jaiz -

Kunjungi juga:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

8 Jenis Bahan Kain Untuk Membuat jaket levis double kerah

Jacket yakni pakaian fesyen luar yang panjang rata-rata takat pinggang atau pinggul, kebaikannya selama menahan angin dan menghangatkan batang tubuh jam hawa dingin. Model Jakcet buat lelaki dan perempuan umumnya bertikai, terpenting dari seleksian warna, penggalan dan tataannya.Jaket yakni pakaian fesyen luar yang panjang umumnya sampai pinggang atau pinggul, utilitasnya perlu menahan angin dan menghangatkan awak demi iklim dingin. Model Jaket menurut pria dan wanita umumnya divergen, terutama dari opsi warna, reduksi dan motifnya. Hampir segala Jaket memanfaatkan bukaan seraya resleting atau kancing pada biro pendahuluan yang terpatok dari leher sempadan ujung bawahnya. walakin, ada beberapa Jacket lagi yang tidak ada bukaan pada bentuk pendahuluannya. Selain modelnya, suku tujuan kain yang dipakai buat pembuatan Jaket serta beraneka segak. Mulai dari alamat Jakcet yang tipis dan tebal, ada lumayan yang anti air dan angin, engat petunjuk Jaket dari kulit alami. Tapi tidak seluruhnya ...

Halo Sahabat Inilah DiaKiat Memakai Busana Ihram bagi Lelaki dan Perempuan

Ihram yakni laksana seseorang yang selepas beniat menjelang merealisasikan ibadah haji dan atau umrah. Mereka yang membuat ihram disebut seraya istilah tunggal "muhrim" dan reguler "muhrimun". kadet jamaah haji dan umrah pantas memenuhinya sebelum di miqat dan diakhiri serupa tahallul. Baca juga: travel umroh jakarta timur seragam ihram yang digunakan ialah stelan suci yang tiada boleh dijahit (bagi laki-laki) dan disunnahkan berupa putih. karena mengenakan stelan ihram ini penting men catat dimulainya ibadah haji atau umrah dari dari miqatnya. selanjutnya desain memasang costum ihram: BAGI pria: busana ihram lega pria terdiri dari dua helai kain, satu eksemplar membalut awak dari pinggang had di kaki (gunung) lutut dan sehelai tambah diselempangkan tiba dari bahu kiri ke kolong ketiak kanan. Selengkapnya dapat dilihat ala gambar: 1.Pilihlah satu helai kain yang lebih panjang akan dipakai di penggalan kecil jasmani 2.Bentangkan status kedua kaki, lewat sarungkan kai...

Tahukah Anda Inilah DiaPetunjuk Memakai Baju Ihram bagi Pria dan Perempuan

Ihram yakni suasana seseorang yang selepas beniat menurut mengoperasikan ibadah haji dan atau umrah. Mereka yang mengaci-acikan ihram disebut sambil terma tunggal "muhrim" dan jamak "muhrimun". benih jamaah haji dan umrah mesti membandingkannya sebelum di miqat dan diakhiri bersama-sama tahallul. Baca juga: travel haji dan umroh jakarta setelan ihram yang digunakan ialah pakaian suci yang bukan boleh dijahit (bagi putra) dan disunnahkan berupa putih. pakai mengenakan seragam ihram ini berguna mengenali dimulainya ibadah haji atau umrah dari dari miqatnya. Berikut langgam menumpang stelan ihram: BAGI laki-laki: setelan ihram di pria terdiri dari dua carik kain, satu helai perih raga dari pinggang takat di lembah (bukit) lutut dan sehelai terus diselempangkan per dari bahu kiri ke kaki (gunung) ketiak kanan. Selengkapnya bisa dilihat tenang gambar: 1.Pilihlah satu lembar kain yang bertambah panjang perlu dipakai di pihak dasar jasmani 2.Bentangkan prestise kedua kaki,...