Langsung ke konten utama

Kesalahan dalam Pelaksanaan Poligami

Kita tidak mengingkari adanya banyak dan kaum Muslimin sendiri yang salah dalam melaksanakan keringanan hukum untuk berpoligami sebagaimana yang telah disyari'atkan oleh Allah. Kita juga melihat mereka salah dalam mempergunakan rukhsah (keringanan) tentang bolehnya cerai (talak). Dengan demikian yang salah bukan hukum Islamnya, tetapi kesalahan ada pada manusia dalam penerapannya, disebabkan kekurangfahaman mereka terhadap ajaran agama atau karena keburukan akhlaq mereka.

Kita lihat ada sebagian mereka yang berpoligami, tetapi ia tidak punya cukup kemauan untuk bersikap adil sebagaimana disyari'atkan dan disyaratkan oleh Allah dalam masalah poligami, sebagian mereka ada juga yang berpoligami, tetapi tidak mempunyai kemampuan yang cukup untuk memberi nafkah kepada isteri-isteri dan anak-anaknya sebagai wujud dari rasa tanggungjawab. Dan sebagian lagi mereka ada yang mampu untuk memberikan nafkah, tetapi dia tidak mampu untuk menjaga diri.

Kesalahan dalam menggunakan kebenaran ini seringkali menimbulkan akibat-akibat yang membahayakan keberadaan rumah tangga. Sebagai akibat dari perhatian yang lebih terhadap isteri baru dan menzhalimi isteri yang lama. Kecintaan yang berlebihan itulah yang menyebabkan ia membiarkan isteri tuanya terkatung-katung, seakan tidak lagi sebagai isteri dan tidak pula dicerai. Seringkali sikap seperti itu juga mengakibatkan anak-anak saling membenci, padahal mereka anak dari satu bapak.

Hal ini karena bapaknya tidak mampu berlaku adil di hadapan anak-anaknya, dan tidak bisa sama dalam memberi materi dan sikap.

Meskipun penyimpangan ini ada, tetapi tidak sampai pada kerusakan sebagaimana yang dialami oleh orang-orang barat, yaitu dengan melakukan pelecehan moral, sehingga poligami bukanlah menjadi problem di dalam masyarakat Islam pada umumnya, karena pernikahan dengan satu isteri sekarang ini pun menimbulkan banyak problem.

Seruan untuk Menolak Poligami

Patut disayangkan bahwa sebagian Du'at Taghrib (Westernisasi) di negara-negara Arab dan Islam memanfaatkan data dari sebagian kaum Muslimin yang melakukan penyimpangan, sehingga mereka mengangkat suara mereka (vokal) untuk menutup pintu diperbolehkannya berpoligami secara mutlak. Mereka bekerja pagi dan petang dan terus menerus mempropagandakan tentang keburukan poligami. Di saat yang sama mereka diam seperti diamnya orang yang berada di kuburan -diam seribu bahasa-- terhadap keburukan zina yang mereka perbolehkan dan diperbolehkan oleh hukum internasional Barat yang berlaku juga secara defacto di negara-negara Islam saat ini.

Beberapa mass media telah berperan aktif, khususnya film-film dan sinetron berseri untuk menanamkan kebencian terhadap poligami, terutama di kalangan kaum wanita, sehingga sebagian wanita lebih rela jika suaminya jatuh dalam perbuatan dosa besar yaitu zina, daripada harus menikah lagi.

Satu Argumen dari Kaum Anti Poligami

Mereka benar-benar telah berhasil -dalam misinya- di sebagian negara-negara Arab dan Islam, berupa banyaknya pembuatan undang-undang yang mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah, yaitu poligami. Mereka mengikuti undang-undang Barat dan masih ada dari mereka yang terus berupaya untuk menyebarkannya di negara-negara lainnya. celakanya lagi, dalam masalah ini mereka berusaha mengatasnamakan syari'at dan berdalil dengan dalil-dalil Al Qur'an yang diputarbalikkan

Mereka beralasan bahwa di antara hak seorang walliyul amri (pemerintah) adalah melarang sebagian hal-hal yang diperbolehkan demi untuk memperoleh kemaslahatan atau menghindarkan kerusakan. Bahkan sebagian mereka ada yang terlalu berani untuk berdalil dengan Al Qur'an atas pendapatnya. Mereka mengatakan, "Sesungguhnya Al Qur'an mensyaratkan bagi orang yang ingin menikah lebih dari satu untuk memastikan bahwa dirinya akan mampu bersikap adil di antara para isterinya. Sehingga bagi siapa saja yang takut tidak bisa adil maka cukup dengan satu isteri, sesuai dengan firman Allah SWT:
"Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja..." (An-Nisa': 3)
lnilah syarat yang dijelaskan oleh Al Qur'an dalam masalah poligami, yakni adil. Tetapi Al Qur'an, menurut anggapan mereka, juga menjelaskan dalam surat yang sama bahwa adil yang disyaratkan di sini tidak mungkin bisa dipenuhi dan tidak mungkin bisa dilakukan. Itulah firman Allah SWT:
"Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung ..."(An-Nisa': 129)
Dengan demikian (kesimpulan mereka) bahwa ayat ini menafikan apa yang sudah ditetapkan oleh ayat tersebut di atas.

Yang benar bahwa sesungguhnya kesimpulan di atas semuanya tidak benar, dan tidak berdasarkan kritik ilmiyah yang benar, dan akan kami jelaskan satu demi satu.


Sistem Masyarakat Islam dalam Al Qur'an & Sunnah
Oleh: DR. Yusuf Al-Qardhawi

Kunjungi juga:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

8 Jenis Bahan Kain Untuk Membuat jaket levis double kerah

Jacket yakni pakaian fesyen luar yang panjang rata-rata takat pinggang atau pinggul, kebaikannya selama menahan angin dan menghangatkan batang tubuh jam hawa dingin. Model Jakcet buat lelaki dan perempuan umumnya bertikai, terpenting dari seleksian warna, penggalan dan tataannya.Jaket yakni pakaian fesyen luar yang panjang umumnya sampai pinggang atau pinggul, utilitasnya perlu menahan angin dan menghangatkan awak demi iklim dingin. Model Jaket menurut pria dan wanita umumnya divergen, terutama dari opsi warna, reduksi dan motifnya. Hampir segala Jaket memanfaatkan bukaan seraya resleting atau kancing pada biro pendahuluan yang terpatok dari leher sempadan ujung bawahnya. walakin, ada beberapa Jacket lagi yang tidak ada bukaan pada bentuk pendahuluannya. Selain modelnya, suku tujuan kain yang dipakai buat pembuatan Jaket serta beraneka segak. Mulai dari alamat Jakcet yang tipis dan tebal, ada lumayan yang anti air dan angin, engat petunjuk Jaket dari kulit alami. Tapi tidak seluruhnya ...

Halo Sahabat Inilah DiaKiat Memakai Busana Ihram bagi Lelaki dan Perempuan

Ihram yakni laksana seseorang yang selepas beniat menjelang merealisasikan ibadah haji dan atau umrah. Mereka yang membuat ihram disebut seraya istilah tunggal "muhrim" dan reguler "muhrimun". kadet jamaah haji dan umrah pantas memenuhinya sebelum di miqat dan diakhiri serupa tahallul. Baca juga: travel umroh jakarta timur seragam ihram yang digunakan ialah stelan suci yang tiada boleh dijahit (bagi laki-laki) dan disunnahkan berupa putih. karena mengenakan stelan ihram ini penting men catat dimulainya ibadah haji atau umrah dari dari miqatnya. selanjutnya desain memasang costum ihram: BAGI pria: busana ihram lega pria terdiri dari dua helai kain, satu eksemplar membalut awak dari pinggang had di kaki (gunung) lutut dan sehelai tambah diselempangkan tiba dari bahu kiri ke kolong ketiak kanan. Selengkapnya dapat dilihat ala gambar: 1.Pilihlah satu helai kain yang lebih panjang akan dipakai di penggalan kecil jasmani 2.Bentangkan status kedua kaki, lewat sarungkan kai...

Tahukah Anda Inilah DiaPetunjuk Memakai Baju Ihram bagi Pria dan Perempuan

Ihram yakni suasana seseorang yang selepas beniat menurut mengoperasikan ibadah haji dan atau umrah. Mereka yang mengaci-acikan ihram disebut sambil terma tunggal "muhrim" dan jamak "muhrimun". benih jamaah haji dan umrah mesti membandingkannya sebelum di miqat dan diakhiri bersama-sama tahallul. Baca juga: travel haji dan umroh jakarta setelan ihram yang digunakan ialah pakaian suci yang bukan boleh dijahit (bagi putra) dan disunnahkan berupa putih. pakai mengenakan seragam ihram ini berguna mengenali dimulainya ibadah haji atau umrah dari dari miqatnya. Berikut langgam menumpang stelan ihram: BAGI laki-laki: setelan ihram di pria terdiri dari dua carik kain, satu helai perih raga dari pinggang takat di lembah (bukit) lutut dan sehelai terus diselempangkan per dari bahu kiri ke kaki (gunung) ketiak kanan. Selengkapnya bisa dilihat tenang gambar: 1.Pilihlah satu lembar kain yang bertambah panjang perlu dipakai di pihak dasar jasmani 2.Bentangkan prestise kedua kaki,...